Industri Rumahan Akan Direlokasi ke PIK Pulogadung

April 4, 2008

Sejak pemerintah menerapkan Undang-Undang Nomor 26/2007 tentang Tata Ruang mulai 26 April 2007 lalu, ribuan pengusaha kecil dan industri rumahan (home industry) di wilayah Ibukota terancam gulung tikar.

Sebab, sesuai UU 26/2007 tersebut maka setiap pembangunan tempat usaha harus menyesuaikan izin domisili. Dan jika tidak sesuai dengan peruntukkannya, maka mereka harus membongkar tempat usahanya. Dan apabila ketentuan itu dilanggar, sesuai pasal 37 ayat 7, dijelaskan bahwa pejabat yang memberikan izin dikenakan sanksi pidana denda. Bahkan pemohonnya pun bisa dikenakan pidana tiga tahun dan denda Rp 500 juta sesuai pasal 69.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merelokasi seluruh industri rumahan atau home industry yang berada di pemukiman penduduk ke Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung Jakarta Timur.

“Kita akan arahkan home industy itu ke PIK Pulogadung. Dan Direktur PIK sudah merencanakan untuk menampung home industry yang ada di pemukiman di wilayah Ibukota agar mereka tetap dapat mengembangkan usahanya,” jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto di Balaikota, Jumat (4/4).

Menurut mantan Aster KASAD, pihak tidak akan merelokasi industri rumahan sebelum ada tempat penggantinya. “ Kita akan kaji dulu karena dalam prakteknya kita tidak bisa serta merta menertibkan home industry di pemukiman tanpa ada solusi karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar wagub.

Saat ini, menurut  MAZ Panjaitan, Kepala Sub Dinas Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Koperasi dan UKM DKI,  jumlah industri rumahan di Jakarta mencapai 702 ribu.

Sementara itu, menurut Setiawan, salah satu pengusaha industri rumahan di Cengkareng Jakarta Barat mengatakan, kebijakan ini sangat menyulitkan pihaknya, karena jika tidak ada izin domisili akan jadi bulan-bulanan pemerasan oknum, sedang untuk memperpanjang izinnya tidak bisa dan harus disesuaikan dengan tata ruang.

Selama ini, kata dia,  setiap memperpanjang izin domisili, tidak pernah menemui kesulitan baik di kelurahan maupun di kecamatan, tapi sejak adanya UU 26/2007, ia mengaku tidak bisa memperpanjang izin domisilinya. Alasannya, lanjut dia, harus ada keterangan dari Dinas Tata Kota terlebih dahulu. “Permohonan kami ditolak, karena harus ada surat keterangan dari Tata Kota,” ungkapnya.

Menurutnya, jika pemerintah memberlakukan UU tersebut maka dapat dipastikan akan mematikan usaha rakyat kecil. Seharusnya, lanjut dia, pemerintah memberikan kemudahan untuk rakyat kecil bukan malah mempersulit. “Katanya pemerintah ingin menekan angka pengangguran, tapi kalau begini malah memperbanyak pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.

Usaha rumahan seperti milik Setiawan di Jakarta, jumlahnya tidak sedikit, umumnya warga yang memiliki usaha kecil karena tidak memiliki lapangan kerja lain, sehingga banyak dari mereka yang memanfaatkan rumahnya sebagai tempat usaha.

Secara terpisah, Camat Cengkareng, Rohali mengatakan, pihaknya bukan mempersulit orang yang akan mengajukan perpanjangan ijin domisili, tapi penolakan atas permohonan setiawan itu sesuai dengan ketentuan UU.

“Kalau kami mendatangani izin tersebut, bukan hanya diancam penjara lima tahun dan denda Rp 500 juta, tapi juga bisa dicopot secara tidak hormat,” jelasnya.

Penolakan perpanjangan izin domisili ini juga banyak ditemukan di Kecamatan Tambora. Sebab, di kawasan itu banyak kegiatan industri rumahan seperti konveksi pakaian jadi dan sablon.

Dan jika UU tersebut diterapkan dapat dipastikan usaha rumahan mereka akan gulung tikar karena di kawasan itu hanya diperuntukkan untuk pemukiman. “Ini ketentuan undang-undang, jadi harus dipatuhi,” kata Camat Tambora, Yanto Satyar.

Penulis: wawan

Sumber: wawan/udin [sumber dari http://www.beritajakarta.com/V_Ind/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=28239%5D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: